- Advertisement -spot_img
HomePemerintahanBTT Kota Batu Tahun 2022 Naik Menjadi Rp 14 Miliar

BTT Kota Batu Tahun 2022 Naik Menjadi Rp 14 Miliar

- Advertisement -spot_img

Radar Batu, BATU – Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2022 dipastikan naik menjadi Rp 14.589.221.990. Keputusan itu sudah disepakati oleh Pemkot Batu dan DPRD Kota Batu saat penyelarasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2022.

“Memang sangat diperlukan terlebih sekarang masih pandemi. Penangganan cukup kompleks harus dilakukan, dari pengajuan Rp 10 miliar naik menjadi Rp 14 miliar dan sudah kita sepakati,” jelas Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman, Kamis (9/9/2021).

Kenaikan BTT tersebut diperoleh setelah Banggar dan Timgar serta SKPD trlah melakukan efisiensi anggaran antara lain penganggaran kendaraan jabatan, mamin, ATK, perjalanan dinas, pelatihan-pelatihan dan lain-lain.

“Efisiensi anggaran dilakukan karena tahun depan pihaknya memastikan penanganan Covid-19 masih menjadi prioritas. Meski begitu kita ketahui masih banyak ditemukan SKPD-SKPD yang tetap menganggarkan diluar ketentuan. Ini menjadi perhatian kami,” ungkapnya.

Kader PKB tersebut berpesan kepada SKPD untuk memasukkan program prioritas dalam penyusunan rencana kerja anggaran (RKA) SKPD. Dengan begitu saat evaluasi terhadap Raperda APBD TA 2022 dapat berlangsung sesuai hasil keputusan dan penetapan Raperda tentang APBD TA 2022 dapat secepatnya dilaksanakan menjadi Peraturan Daerah.

“Banggar juga mengingatkan Pemerintah Kota Batu didalam perencanaan ini supaya tetap mengalokasikan anggarannya untuk penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya,” tegasnya.

Misalnya dukungan program pemulihan ekonomi daerah terkait dengan percepatan penyediaan sarana prasarana layanan publik dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan penyediaan layanan publik perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sehingga penangganan pandemi bisa tercover dari semua lini. Terpenting bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berkeinginan BTT disiapkan sebagai buffer untuk tanggap darurat bencana, penanggulangan bencana alam maupun non alam atau sosial. Sehingga ketika terjadi bencana bisa segera ditanggulangi menggunakan BTT, baik bencana alam maupun non alam.

“Serta kebutuhan mendesak lainnya yang tidak tertampung dalam program kegiatan tahun 2022 sekaligus dapat berfungsi sebagai social safety net untuk menjaga daya beli masyarakat,” paparnya.

Lanjutnya, pokok-pokok hasil pembahasan Rancangan KUA dan PPPAS Tahun 2022 diungkap orang nomor satu di Kota Batu tersebut seperti arah kebijakan asumsi makro ekonomi.

“Yakni akan diarahkan untuk mendorong pemulihan perekonomian daerah, upaya penurunan angka kemiskinan, pengangguran dan peningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu juga untuk peningkatan indeks pembangunan manusia melalui kebijakan dan prioritas belanja daerah yang difokuskan pada sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.

“Terutama sektor unggulan daerah yang meliputi pariwisata, pertanian, UMKM dan investasi,” paparnya. (asi/j)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here