- Advertisement -spot_img
HomePemerintahanDishub Rumuskan Skema Bantuan Bagi Penyedia Jasa Transportasi

Dishub Rumuskan Skema Bantuan Bagi Penyedia Jasa Transportasi

- Advertisement -spot_img

Kota Batu – Dishub Kota Batu tengah merumuskan skema bantuan khusus kepada penyedia jasa transportasi imbas kenaikan harga BBM. Ada dua opsi terkait skema bantuan yakni, subsidi tarif serta subsidi BBM kepada penyedia jasa transportasi.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batu, Chilman Suaidi mencatat ada sebanyak 1.060 penyelenggara jasa transportasi. Jumlah yang masuk dalam data resmi Dishub Kota Batu itu, terdiri dari sopir angkot, sopir kendaraan barang, ojek online maupun ojek konvensional.

Lebih rinci, Chilman menjelaskan skema subsidi tarif. Semisal tarif angkot yang saat ini Rp 5 ribu. Maka nantinya, penumpang hanya membayar Rp 2 ribu saja. Sisanya Rp3 ribu akan ditanggung Dishub Kota Batu, diberikan kepada pada sopir angkot.

“Cuma pola seperti ini memakan waktu lama karena perlu kajian dulu menentukan besaran tarifnya. Pasti ada perbedaan tarif pula antara ojol, ojek pangkalan sama angkot,” ujarnya, Jumat (22/9/2022).

Opsi berikutnya, yakni subsidi BBM. Pola bantuan tersebut dinilai lebih simpel dibandingkan subsidi tarif. Pada opsi kedua ini, Dishub akan menghitung besaran belanja bahan bakar yang dialokasikan penyelenggara jasa transportasi.

“Skema subsidi BBM ini, nanti mereka mendapat kupon pengisian BBM gratis. Kami berharap semakin cepat bantuan ini segera dicairkan, paling lambat bulan depan,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Chilman mengatakan, bantuan tersebut untuk meringankan pelaku jasa transportasi imbas kenaikan BBM. Ia menambahkan, berdasarkan aturan baru Kemenkeu, pemerintah daerah punya tanggung jawab memberikan bantuan kepada masyarakat yang belum dijangkau bantuan dari pemerintah pusat.

“Besaran nilai bantuan kepada pelaku transportasi masih tahap pembahasan antara OPD terkait bersama TPID Kota Batu,” paparnya.

Selain itu, Chilman menyampaikan, sekalipun tercantum dalam data resmi Dishub, tidak semua pelaku jasa transportasi menerima bantuan. Karena ada beberapa kriteria penerima bantuan. Seperti harus ber-KTP Kota Batu. Serta belum pernah mendapat kucuran BLT BBM yang digullirkan pemerintah pusat.

“Tidak semua bisa mendapat. Seperti bantuan tidak boleh menerima double, kemarin yang sudah mendapat BLT dari pusat tak boleh mendapat subsidi ini lagi. Kami akan kroscek ke dinsos,” tutupnya. (asi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here