- Advertisement -spot_img
HomeKabar DesaMinimalisir Pencemaran Sungai Brantas Tulungrejo Bangun Sanitasi Limbah Ternak

Minimalisir Pencemaran Sungai Brantas Tulungrejo Bangun Sanitasi Limbah Ternak

- Advertisement -spot_img

Radar Batu, BATU – Demi meminimalisir pencemaran limbah ternak ke aliran Sungai Brantas, Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji bangun sarana prasarana sanitasi ternak sistem individu.

Dalam tahap pertama pembangunan, total ada 18 titik yang ada di RW 12 Dusun Wonorejo, dari 119 titik peternak skala rumah tangga yang ada di seluruh desa.

Total anggaran yang dikucurkan Rp 200 juta dari Dana Desa (DD) tahun 2021.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono mengatakan pembangunan filter limbah sangat perlu untuk mengurangi pencemaran lingkungan khususnya aliran sungai.

“Bayangkan setiap hari limbah ternak mencapai 20 ton dari 509 ekor sapi (data tahun 2019) yang dimiliki warga. Jika dibiarkan tentu sangat membahayakan lingkungan sungai. Apalagi sekarang kita sedang gencar-gencarnya menekan angka stunting,” papar dia, Selasa (23/11/2021).

Alasan dibangunnya filter karena sering kali limbah tersebut dikeluhkan oleh beberapa masyarakat yang berada di sekitaran bantaran aliran Sungai Brantas, terlebih letak daerah desa yang berada di kawasan bawah.

“Sebelum pembangunan kita juga sudah melakukan survei dan kajian bersama dinas lingkungan hidup, dinas pertanian, dinas kesehatan, dan Sabers Pungli (Komunitas peduli lingkungan),” paparnya.

Bentuk bak filter sanitasi ternak sistem individu. (Ft : ist)

Tambah Suliono, pembagunan tersebut sebenarnya merupakan rencana lama sejak tahun 2016 silam.

Bahkan pemdes sudah sering kali mengusulkannya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan namun tidak pernah direspon.

“Jujur saja ini merupakan rencana lama. Kita usulkan tapi tidak pernah direspon, makanya kami memutuskan untuk segera membangunnya melalui DD tahun ini agar pencemaran sungai bisa diminimalisir,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Kesra Pemdes Tulungrejo, Sugihartatik mengatakan selama ini para peternak langsung membuang limbahnya ke aliran sungai sehingga acap kali airnya berwarna hijau dan bau.

“Nah fungsi filter ini nanti limbah sapi langsung ditampung di bak. Sebelum terbuang limbah akan melewati filter-filter yang didesain dengan baik sehingga saat keluar dari bak filter air yang terbuang ke sungai sudah jernih. Tidak hijau dan berbau,” paparnya. (asi/j)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here